
Kebersamaan, Inovasi, dan Prestasi, Kampung Catur kini menjadi simbol baru wajah Probolinggo yang bersih, sehat, dan berdaya
Peresmian Kampung Catur oleh Ibu Walikota
Inovasi kampung tematik kembali mewarnai geliat pembangunan berbasis
masyarakat di Kota Probolinggo. Kali ini, RW 11 Kelurahan Kebonsari Kulon resmi
meluncurkan Kampung Catur, sebuah kawasan
yang menjadikan olahraga catur sebagai sarana pembinaan masyarakat dan
pengembangan potensi anak-anak.
Peresmian dilakukan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo, dr. Hj. Evariani Aminuddin, M.Kes, pada hari Minggu (4/5/2025) disaksikan sejumlah tokoh penting seperti Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM Ibu Surya Darmawati, Ketua KONI Zulfikar Imawan, Ketua Percasi Agus Tri Wahyudi, Camat Kanigaran Noor Aly, dan Lurah Kebonsari Kulon Ikromi Wida Utama.
Kampung Catur adalah gagasan Ketua RW 11, Ibu Rochima Rohim, yang dilatarbelakangi keprihatinannya terhadap anak-anak yang kecanduan gawai. Melalui pendekatan kreatif, ia menggagas pos-pos bermain catur di setiap teras rumah warga yang disulap menjadi arena latihan. Respons warga luar biasa positif—mereka rela menyediakan tempat dan turut aktif menyukseskan program ini secara swadaya dalam waktu hanya 10 hari.
“Anak-anak kini lebih tertarik bermain catur
dibandingkan memegang ponsel. Bahkan, mereka mulai menunjukkan peningkatan
kemampuan berpikir dan sosial,” ungkap Rochima.
Menariknya, kawasan ini bukan hanya menjadi
tempat bermain, tetapi juga lahirkan atlet-atlet catur berbakat, termasuk dua
atlet perempuan yang sudah mengukir prestasi di tingkat nasional dan
internasional. Hal ini sejalan dengan visi Probolinggo
Bersolek, yang menekankan pada harmoni sosial dan kemajuan bersama.
Puncak kegiatan ditandai dengan digelarnya
turnamen Kampung Catur Cup 2025, yang
diikuti oleh 90 peserta lintas usia. Kegiatan ini didukung penuh oleh KONI dan
Percasi Kota Probolinggo.
Dalam sambutannya, dr. Evariani menyampaikan
apresiasinya terhadap kekompakan warga dan menekankan pentingnya olahraga otak
seperti catur dalam membentuk karakter anak. “Catur melatih fokus, sportivitas,
dan strategi. Ini cara cerdas menjauhkan anak dari pengaruh buruk gawai,”
ujarnya.
Lurah Kebonsari Kulon, Ikrom Widya Utama,
menegaskan dukungannya terhadap program tematik tersebut. Ia menyebut Kampung
Catur sebagai contoh sukses gotong royong dan inovasi masyarakat yang sejalan
dengan arah pembangunan kota.
Dengan
semangat kebersamaan, inovasi, dan prestasi, Kampung Catur kini menjadi simbol
baru wajah Probolinggo yang bersih, sehat, dan berdaya. Masyarakat berharap
program ini terus berkelanjutan dan mampu menjadi model bagi wilayah lain dalam
menciptakan lingkungan yang edukatif, produktif, dan harmonis.