Meski Berpuasa, Warga Kebonsari Kulon Semangat Gelar Aksi

Komitmen menjaga kebersihan lingkungan tidak luntur meski di tengah suasana menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Kegiatan terasa istimewa dengan kehadiran Camat Kanigaran, Purwantoro Noviyanto, yang memantau langsung jalannya kerja bakti

Gotku Resik Ramadhan 2026

PROBOLINGGO – Komitmen menjaga kebersihan lingkungan tidak luntur meski di tengah suasana menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Pada Kamis sore, 12 Maret 2026, Kelurahan Kebonsari Kulon bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo menggelar program "GOTKU RESIK" di wilayah RW 10.

Program yang diluncurkan sejak Februari 2024 ini merupakan singkatan dari Got-ku Resik (Saluran Airku Bersih). Kegiatan ini menjadi langkah preventif vital untuk mencegah genangan air dan banjir melalui pembersihan drainase dari tumpukan sampah serta sedimen lumpur.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB ini terasa istimewa dengan kehadiran Camat Kanigaran, Purwantoro Noviyanto, yang memantau langsung jalannya kerja bakti. Aksi ini juga melibatkan partisipasi aktif aparatur kelurahan, aparat keamanan (Babinsa dan Bhabinkamtibmas), relawan dari Formalis (Forum Masyarakat Peduli Lingkungan), serta warga setempat.

Lurah Kebonsari Kulon, Ahmad Isnaini Haryanto, memimpin langsung aksi di lapangan. Dengan penuh semangat, warga bahu-membahu menguras sedimen lumpur yang telah mengendap dan mengangkat berbagai jenis sampah plastik yang menyumbat aliran air. Hadir mewakili BPBD Kota Probolinggo, Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Sigit Eko Priyanto, turun langsung untuk memberikan dukungan teknis mitigasi bencana.

"Kolaborasi ini sangat penting sebagai langkah preventif. Kami sangat mengapresiasi inisiatif warga dan pihak Kelurahan yang sangat tanggap terhadap potensi penyumbatan saluran air sebelum dampak yang lebih besar terjadi," ujar Sigit Eko Priyanto.

Lurah Ahmad Isnaini Haryanto menegaskan bahwa esensi dari GOTKU RESIK adalah menghidupkan kembali budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat.

"Harapan kami, aksi bersih-bersih ini membuat aliran air lancar dan lingkungan lebih sehat. Kami juga mengimbau warga agar tidak lagi membuang sampah ke dalam saluran air supaya manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang," ungkapnya.


Meskipun dilaksanakan sore hari menjelang waktu berbuka, antusiasme peserta tidak surut. Aksi ini berhasil mengangkat puluhan karung berisi sedimen lumpur dan sampah, memastikan kesiapan sistem drainase Kelurahan Kebonsari Kulon dalam menghadapi cuaca ekstrem dan menjaga kenyamanan lingkungan warga.

LINK TERKAIT